Pengkastaan Gaya Baru Sebuah Kata "Mang"

Sejak kecil sampai sekarang saya tinggal di priangan yang sehari-hari berbahasa daerah Sunda. Walaupun sempat menimba ilmu jauh dari tempat kelahiran saya, tapi masih sering mendengar dan menggunakan bahasa Sunda.
Masih nempel di memory saya yang masih belum diupgrade (dari dulu segitu2 saja, hehe), kata sapaan buat orang yang lebih tua (tetangga) atau bahkan panggilan buat ade dari bapak/ibu saya yaitu mamang/emang yang lebih sering dipersingkat cukup dengan menyebut mang saja.
Dulu waktu kecil takala menyebut atau memanggil mang terhadap seorang yang memang seharusnya dipanggil mang, adalah suatu hal yang dianggap wajar dan tidak ada kejanggalan sama sekali. Atau apakah dari dulu juga udah ada kejanggalan yang saya rasakan selama ini, dan karena saya masih kecil sehingga tidak bisa merasakannya.
Dewasa ini saya melihat istilah "Mang" artinya sudah bergeser pada pengkastaan berdasarkan panggilan. Sering kali saya mendengar dan melihat, seseorang memanggil orang lain dengan perkataan panggilan "Mang". Sering kali pula mengengar dan melihat, seseorang memanggil orang lain dengan perkataan panggilan "Pak" dan panggilan-panggilan lainnya. Dari yang saya amati sekarang orang memanggil dengan panggilan "Mang" kepada orang lain karena melihat dari pekerjaannya, pakaian yang dipakainya, tempat dia tinggal, bahkan tempat dia nongkrong, tempat dia bekerja, kendaraan yang dipakai, dan yang masih seharusnya dipanggil mang yaitu adik dari ibu/bapak kita dan juga  orang yang lebih tua (kebanyakan di desa-desa).
Bila seorang bekerja kasar maka dia dipanggil "Mang", bila pakainya sudah agak usang, kucel dan tidak rapi dia dipanggil "Mang", bila seorang tinggal di tempat yang sederhana dia dipanggil "Mang", bila seorang bekerja bukan kantoran dia dipanggil "Mang", bila seorang bekerja bukan kantoran dia dipanggil "Mang", bila seorang menggunakan sepeda/motor sudah rapuh dia dipanggil "Mang" dan banyak-banyak lagi yang belum muncul di memori saya. Dan sebaliknya jika orang berpakaian rapi, tinggal di rumah bagus, pegawai kantoran, pegawai negeri, nongkrong diperkantoran, menggunakan motor/mobil yang bagus maka dia akan dipanggil "Pak". Apakah emang seharusnya begitu????? Atau cuma perasaan saya saja orang menggolongkan seseorang berdasarkan panggilan "Mang/Pak"?????
Tapi sejujurnya saya prihatin dengan adanya perbedaan panggilan itu. Pernah ada kejadian nyata yang menimpa teman/sobat/sodaraku yang rajin bekerja tanpa kenal lelah untuk menafkahi anak istrinya. Dia adalah seorang sarjana dan sebenarnya berasal dari keluarga yang berada dan cukup tetapi dia seorang
pekerja yang tangguh. Dia bekerja secara suka rela pada negara sebagai pegawai sukwan pada instansi pemerintahan. Tatkala dia pergi ke kantornya dengan seragam pegawai nya yang gagah, semua orang memanggilnya dengan sebutan "Pak". Selain bekerja sukwan dia juga bekerja menjajakan jualan asesories pada keramaian, jika ada keramaian atau kerumulan orang yang memungkinkan mendatangkan pembeli dia berjualan di tempat itu. Tentu saja saat berjualan tidak mungkin menggunakan pakaian kerja kebesaran para pegawai yang biasa disebut "Pak". Dia hanya memakai kaos yang biasa dan seadanya. Dan apa yang terjadi??? Yang biasanya orang memanggil dia dengan sebutan "Pak" dan sikap yang hormat karena melihat dia seorang pegawai dengan pakaian yang rapi dan bahkan ada identitas yang menunjukan pegawai pemerintah. Kini berbeda 360 derajat, orang hanya memandang dengan sebelah mata. Dan takala ada orang yang tertarik dengan daganganya yang dijualnya, sipembeli bertanya "Mang berapaan harganya ya?"
Apakah rugi bila bertanya dengan "Pak, berapaan harganya?" Coba sobat sekalian bandingkan bahasa yang lebih enak bila sobat sekalian berada pada posisi dia. Saya sendiri sekarang lagi belajar untuk lebih bisa berucap dengan baik dan menyenangkan orang lain, mari kita bersama-sama memperbaiki diri kita masing-masing. Tak ada salahnya sebagai contoh, apabila kita bertemu dengan pekerja yang dinasnya memunguti sampah kita menyapanya: "Pak sampah di rumah saya sudah penuh, tolong sekalian diangkut takut kelupaan lagi."
Apakah benar panggilan "Mang" identik dengan yang saya kemukakan?? Ataukah hanya perasaan saya saja??
Salam persahabatan sobat sekalian. Marilah saling menghargai.......

1 komentar:

si abhi mengatakan...

iya benar gan, memang biasa dipake seperti itu sekarang ini

Posting Komentar